BISNIS KULON PROGO. Durian hasil panen tahun 2011/2012 di Kawasan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikonsumsi masyarakat lokal hanya 10%.
“Melimpahnya buah durian pada masa panen raya durian di kawasan Kalibawang dibawa keluar daerah oleh pedagang. Kondisi ini mengkhawatirkan karena tidak ada label khusus pada durian Kalibawang ini,” kata Kepala Desa Banjaroyo Kecamatan Kalibawang Wiwin Windarta di Kalibawang.
Ia mengatakan, pada masa panen raya durian seperti saat ini, puluhan ton durian dipanen petani setiap minggu. Tetapi yang dijual ecer di kawasan Kalibawang dan dikonsumsi warga setempat tidak sampai 10 persen.
“Selebihnya, diambil pedagang dari luar daerah yang dijual ke berbagai kota seperti DIY, Ambarawa, Semarang dan lainnya,” kata dia.
Ia mengkhawatirkan, durian yang dibawa ke luar daerah ini tidak menyebutkan asal durian yakni dari Kalibawang Kulon Progo.
Padahal menurutnya, penyebutan asal durian oleh pedagang akan mempengaruhi pengembangan durian di kawasan Kalibawang. Dengan menyebut asal durian dari Kalibawang, menurutnya akan semakin mempertegas Kalibawang sebagai sentra buah durian.
Karenanya, pihaknya saat ini berupaya menggalakkan promosi Kalibawang sebagai sentra durian. Caranya, dengan membekali pedagang luar daerah yang membeli durian di wilayah ini dengan spanduk `Durian Menoreh Kalibawang’.
“Spanduk ini kami minta untuk dipasang di lokasi berjualan mereka, sehingga pembeli akan mengetahui bahwa durian yang mereka makan berasal dari Kalibawang. Dengan demikian, mereka akan tahu jika mencari durian serupa, maka bisa datang ke Kalibawang,” katanya.
Upaya lain, pihaknya akan mengadakan festival durian guna mengumpulkan durian unggulan dari Kalibawang. Kegiatan ini akan digelar pada akhir tahun, yang menjadi puncak panen raya durian Kalibawang.
Ia mengatakan potensi durian Kalibawang ke depan sangat tinggi. Ia menyebutkan saat ini terdapat sekitar 5.000 pohon durian milik petani yang selalu berbuah setiap musim. Di luar itu, warga juga terus menambah pohon durian untuk peningkatan produksi.
Saat ini ada sedikitnya 10.000 pohon durian yang baru ditanam dan berusia kurang dari lima tahun. Setiap tahun, penambahan pohon durian mencapai ribuan pohon.
“Pohon ini akan berbuah pada usia enam tahun ke atas, sehingga produksi durian ke depan akan terus meningkat,” kata dia.